Budidaya Kasingsat, Tanaman Ramuan Ayurveda Kuno



Tidak banyak orang yang mengenal tanaman Kasingsat yang ternyata memiliki berbagai khasiat. Nama latin tanaman kasingsat adalah Cassia occidentalis Linn, sebutan disebut sebagai tanaman Menting, Kopi andelan, Bulinggang alas. Kasingsat tidak hanya dikenal sebagai tanaman yang dapat bertahan tanpa air. Budidaya kasingsat di Asia sebagai tanaman penadah hujan dan irigasi, terutama di India. Dalam tradisi Ayurveda kuno telah mempraktekkan manfaat daun kasingsat sebagai ramuan kesehatan.

Budidaya Kasingsat

Bahasa asing lazim menyebutnya Cassia Senna, dikenal dengan nama yang berbeda dalam bahasa Hindi. Antara lain disebut Bhuikhakhasa, Hindisana dan Sonamukhi. Sementara dalam Bahasa Inggris disebut Alexandrian, atau senin Tinnevelly. Dalam bahasa Sanskerta disebut Bhumiari, Pitapushpi, Swarnamukhi, Swarnapatrika. Pemanfaatan tanaman sebagai bahan herba terutama pada daun, dan beberapa rekomendasi lainnya menggunakan akar.

Budidaya Kasingsat


Budidaya tanaman kasingsat dapat tumbuh subur di dataran rendah berkisar 1200 mdpl, terutama daerah yang lembab dan cukup sinar matahari. Budidaya tanaman ini dianggap mudah dan tidak terlalu sulit. Tanaman ini tahan terhadap kekeringan sehingga sangat baik dignakan sebagai penghias taman. Seperti halnya di Tamil-India, selain mendapatkan manfaat daun kasingsat, budidaya tanaman sangat membantu dalam irigasi. Kasingsat dapat tumbuh di tempat bersuhu rata-rata ataupun berfluktuasi antara 10 hingga 420 C. Dan curah hujan antara 60-70 cm per tahun, atau lebih rendah antara 25-40 cm per tahun.

Ciri-ciri tanaman Kasingsat merupakan tanaman bercabang yang tegak lurus, setinggi 1,8 meter. Ciri daun selebaran berwarna hijau pucat sampai hijau kebiruan, biasanya terdiri dari 3 sampai 9 pasang. Daun tampak lanceolate atau elips, sangat bervariasi pada tanaman dengan panjang daun 1,5 sampai 5 cm. Lebar daun antara 0,4 hingga 2 cm. Tanaman kasingsat juga berbunga dengan warna kuning cemerlang yang tumbuh tegak. Biji tanaman berwarna hijau muda saat muda, dan ketika sudah tua berwarna coklat tua atau hitam. Biji ini tampak rata, tipis, lonjong dengan ukuran 3,5 sampai 7 cm.


Budidaya kasingsat dapat diperbanyak dengan menabur biji tua. Tanaman ini mudah berkembang sehingga tidak perlu perawatan khusus. Dalam penggunaan dan pemanfaatan herba, kita bisa menanam satu atau dua tanaman di kebun. Setidaknya dapat melestarikan spesis dan menambah koleksi tanaman herba Ayurveda. Tidak perlu khawatir jika lahan terbatas, tanaman ini tidak tumbuh besar. Kasingsat dewasa biasanya hanya mencapai 1,5-2 meter dan dapat dipanen tiga kali setahun.  


Di India, daun kasingsat dapat dipanen daun tiga kali sepanjang tahun. Panen pertama dilakukan pada bulan Maret atau sebelum Mei, kemudian pada bulan Oktober dan Desember. Setelah dipetik, daun kasingsat dikeringkan di bawah sinar matahari sehingga warna hijau tampak sangat baik. Metode pengeringan mempengaruhi persentase Sennosida pada daun. Pengeringan matahari, nilai Sennoside berkisar 2,98% dan kelembaban 70,60%.


Mengapa budidaya kasingsat dianggap sangat penting di India? Menurut tradisi, kasingsat adalah obat yang terkenal dalam tradisi obat-obatan Unani, Ayurveda dan Allopathic. Polong dan daun kering merupakan obat komersial, begitupula bunga kasingsat juga mengandung 2,6% sennosida. Sennosida atau Senna glikosida, adalah obat yang digunakan untuk mengobati sembelit dan untuk mengosongkan usus besar sebelum operasi. Pengobatan ini biasanya diminum atau dimasukkan melalui rektum.

Referensi

  • Emodin, an antibacterial anthraquinone from the roots of Cassia occidentalis. Publish by South African Journal of Botany. DOI:10.1016/j.sajb.2005.08.003
  • Senna occidentalis, image courtesy of Wikimedia Commons.
Budidaya Kasingsat, Tanaman Ramuan Ayurveda Kuno Budidaya Kasingsat, Tanaman Ramuan Ayurveda Kuno Reviewed by Suzy Amelya on 1/22/2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.