Alocasia Sanderiana, Tanaman Hias Yang Terancam Punah



Tanaman alocasia sanderiana merupakan genus rhizomatous dengan ciri berdaun lebar atau tuberous. Tanaman ini berasal dari keluarga Araceae, setidaknya ada sekitar 79 spesies asli Alocasia tersebar di Asia tropis dan subtropis hingga ke Australia Timur. Keindahan alocasia telah membuat banyak orang mulai membudidayakan tanaman ini di tempat lain.

Alocasia Sanderiana

Alocasia termasuk tanaman eksotis dari hutan tropis yang kini semakin populer sebagai tanaman hias. Bahkan salah satu spesis alocasia amazonica telah mendapat penghargaan Royal Horticultural Society's Award of Garden Merit. Alocasia biasanya ditanam sebagai tanaman hiasan pot, tapi cara yang paling baik adalah dengan menanamnya secara permanen. Terlebih dalam kondisi terkendali di rumah kaca. Tanaman ini membutuhkan cahaya matahari, pastikan tempat yang terkena cahaya jika berada didalam ruangan. 

Alocasia Sanderiana


Spesis alocasia sanderiana merupakan jenis yang paling digemari masyarakat kita di Indonesia, biasanya dikenal dengan tanaman Keris. Tanaman ini merupakan endemis Misamis Occidental dan Bukidnon, di Filipina. Keris termasuk tanaman yang terancam punah yang ditetapkan oleh IUCN. Alocasia sanderiana juga dikenal sebagai tanaman keris, karena ujung daunnya dengan mirip dengan keris yang bergelombang. Termasuk salah satu tanaman abadi tropis dengan daun berkilau, berbentuk V dan daun lobed yang tegak lurus. 

Tanaman hias tang satu ini bisa mencapai 2 meter dan ukuran besar di habitat aslinya. Panjang daun sekitar 30 hingga 40 cm dan lebarnya antara 15 hingga 20 cm. Bagian bawah daun berwarna hijau merah. Batang daun panjangnya sekitar 60 cm, dan rimpang alocasia tumbuh secara vertikal. Bunga betina dikelompokkan pada bagian bawah perbungaan, sedangkan bunga jantan berada di atasnya. Tanaman ini juga berbuah berwarna merah dan tidak bisa dimakan.

Batang alocasia umumnya dapat dimakan, tapi mengandung kristal raphide dari kalsium oksalat disertai dengan iritasi lainnya. Iritasi ini bisa saja mematikan yang ditandai dengan gejala pembengkakan lidah, pharynx, sehingga sulit bernapas, dan nyeri tenggorokan. Bagian bawah tanaman ini, termasuk umbi, umumnya mengandung lebih banyak racun. Walaupun direbus lama sebelum disajikan atau diproses, tapi rasanya asam.  Tanaman alocasia sanderiana digunakan untuk Nanomaterial, terutama untuk melawan dan mencegah bakteri in vitro.

Baca juga:

Perawatan tanaman alocasia tidak rumit, tanpa harus dirawat seperti tanaman tropis lainnya. Cukup membersihkan daun yang kering secara mingguan dan sering menyiram air, tapi jangan sampai lembab. Tanaman ini jarang bertahan di musim dingin atau musim panas yang menyebabkan kekeringan. Lindungi tanaman ini dari tungau, laba-laba, ataupun serangan spider merah. Terutama hama yang merusak daun sehingga nantinya akan tampak jelek.

Referensi

  • Alocasia Sanderiana, image courtesy of Wikimedia Commons.
Alocasia Sanderiana, Tanaman Hias Yang Terancam Punah Alocasia Sanderiana, Tanaman Hias Yang Terancam Punah Reviewed by Suzy Amelya on 10/25/2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.