Tanaman Ploso, Wujud Dewa Api Yang Membakar Pohon Sakral



Tanaman yang satu ini terkadang terlihat pada halaman tertentu, khususnya mereka yang menginginkan keindahan. Tanaman Ploso atau nama lainnya adalah Palasa, plasa, dan nama latin Ploso disebut Butea Monosperma, anggota dari suku Fabaceae. Dalam sejarah penyebaran tanaman Palasa mulai dikenal di India, Asia Tenggara, hingga ke Indonesia bagian barat. Di musim semi, tanaman ploso akan menggugurkan daunnya dan berbunga, sehingga tampak seperti nyala api diatas pohon.

Tanaman Ploso

Seperti halnya di Indonesia timur yang mempunyai Flame of Irian, tanaman ini juga mempunyai nama sendiri. Dalam bahasa Inggris disebut Flame of the Forest, di India disebut sebagai tanaman dhaak, palash, palashpapra, polash, parasu, modugu, kela. Tanaman palasa merupakan pohon daun musim gugur yang berukuran sedang. Pertumbuhannya tergolong lambat, tanaman muda memiliki tingkat pertumbuhan hanya beberapa meter per tahun.

Tanaman ploso tidak hanya memiliki nilai spesial dalam keindahan yang menghias taman. Tetapi juga mempunyai nilai sejarah dan spiritual yang tinggi. Di Santiniketan (India), bunga ini menjadi bagian tak terpisahkan yang menghias di musim semi. Begitu juga di Palashi, sebuah kota yang terkenal dengan Battle Plassey. Kemudian, di negara bagian Jharkhand Palash, ungkapan sastra rakyat menggambarkannya seperti kebakaran hutan. Sehingga tanaman palasa dijadikan Bunga Negara Jharkhand.

Menurut legenda, tanaman palasa merupakan wujud Agni, Dewa Api. Wilayah Telangana, bunga-bunga ploso digunakan untuk menyembah Dewa Siwa pada saat Shivratri. Di Kerala disebut Plasu dan Chamata (bahasa Sanskerta: Samidha), yaitu potongan kayu kecil yang digunakan untuk Agnihotra (ritual api). 

Sementara di Telugu, pohon ini disebut Modugu chettu. Banyak ditemukan di sebagian besar rumah-rumah tua Namboodiri (Kerala Brahmin) untuk ritual api. Kulit pohon palasa merupakan komponen utama agnihotra, dan ritual ini sangat penting bagi Brahmacharis selama tahun pertama Brahmacharya.

Cabang pohon Palasa dipangkas oleh imam Adhvaryu yang melakukan pengorbanan, sehari sebelum bulan purnama. Tanaman palasa juga digunakan dalam literatur Punjabi, dimana penyair Punjabi (Harinder Singh Mahboob) telah menggunakannya sebagai simbol dalam puisinya. Menurut tradisi yang dilakukan Buddhisme Theravada, tanaman palasa pernah digunakan sebagai pohon untuk mencapai pencerahan. Atau Bodhi oleh Sang Buddha kedua yang disebut Medhankara. 

Ciri-Ciri Tanaman Ploso

  1. Ciri tanaman kecil hingga sedang dengan tinggi 5 hingga kurang dari 20 meter. 
  2. Tanaman ini menggugurkan daun, batang membengkok dengan pepagan yang kasar. 
  3. Batang berwarna cokelat abu-abu, menyerabut, mengeluarkan getah kemerah-merahan. 
  4. Ciri daun majemuk beranak tiga daun, daun bertangkai, lebar lingkaran antara 7 hingga 20 cm. 
  5. Ciri bunga terkumpul dalam tandan sepanjang 5 hingga 40 cm. Tumbuh di dekat ujung ranting yang biasanya tak berdaun. Kelopak membentuk tabung seperti lonceng bertaju-4. 
  6. Panjang mahkota bunga 5 hingga 7 cm, berwarna jingga-merah terang dan jarang berwarna kuning. 
  7. Benang sari terbungkus, bakal buah menumpang dengan tangkai putik melengkung. 
  8. Tanaman ini berbuah polong dan tidak memecah, bertangkai, tertutup rambut pendek kecokelatan. Bila masak berwarna cokelat kekuningan pucat atau abu-abu, bawahnya rata, dan berisi satu biji di ujungnya. 
  9. Tanaman palasa tumbuh alami di padang rumput terbuka dan di hutan-hutan campuran. Tanaman ini tahan terhadap kekeringan, tanah yang bergaram dan drainase buruk.


Di beberapa desa India, daun palasa digunakan untuk membuat menyajikan makanan, seperti halnya daun pisang. Getah pohon disebut Kamarkas dan digunakan untuk makanan tertentu. Tanaman ploso juga digunakan untuk kayu, resin, pakan ternak, obat-obatan, dan bahan pewarna. Kayunya berwarna putih kotor dan lembut, tahan lama di bawah air sehingga dibuat sebagai sendok air. Sendok ini digunakan dalam berbagai ritual Hindu untuk menuangkan Ghee (mentega) ke dalam api.

Referensi

  • Flowering Trees and Shrubs in India, Sixth Edition. By Cowen, D.V. THACKER and Co. Ltd, 1984.
  • Butea monosperma (Flame of the forest), image courtesy of Wikimedia Commons.
Tanaman Ploso, Wujud Dewa Api Yang Membakar Pohon Sakral Tanaman Ploso, Wujud Dewa Api Yang Membakar Pohon Sakral Reviewed by Suzy Amelya on 9/28/2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.