4 Cara Menanam Tanaman Jamblang Di Pot Dan Halaman Rumah



Tanaman jamblang atau duwet dalam bahasa latin disebut Syzygium Cumini. Ciri khas rasa buah berasa sepat masam dan sangat berkhasiat untuk penderita diabetes. Tumbuhan ini termasuk sejenis pohon buah-buahan dari suku Myrtaceae, atau jambu-jambuan. Ada 4 cara menanam tanaman jamblang untuk dirumah, budidaya ini dikhususkan sebagai bahan persediaan herba.

Cara Menanam Tanaman Jamblang Di Pot

Untuk menyediakan berbagai persediaan herba, beberapa tanaman bisa dibudidayakan di halaman rumah. Kita hanya cukup menanam satu jenis tanaman, tidak perlu banyak tetapi cukup untuk digunakan sebagai obat. Media tanam bisa menggunakan pot, polybag, ataupun langsung ditanam ke halaman.

Morfologi tanaman tampak kokoh, kayu berwarna putih kotor dan tidak menggugurkan daun. Tinggi tanaman bisa mencapai 20 meter, bercabang rendah, dan batang bulat dan tidak beraturan. Daunnya terletak berhadapan, panjang tangkai 1 hingga 3,5 cm. Helaian daun berbentuk bundar telur terbalik agak lonjong, pangkalnya membundar. Daun muda tampak berwarna merah jambu. Bagian atas daun berwarna hijau tua berkilat, jika diremas agak berbau terpentin.

Jamblang juga berbunga seperti tanaman berbuah lainnya, pada umumnya muncul pada cabang tak berdaun. Ciri buah seperti buah buni, bentuknya lonjong dan ada pula yang bulat telur, kulit tipis dan licin mengkilap. Buah jamblang tumbuh bergerombol, ukuran mencapai 3,5 cm dan banyak sari buah. Jamblang berwarna merah tua, terkadang sampai berwarna ungu kehitaman. Daging buah berwana putih, kuning kelabu ataupun merah ungu dan hampir tidak berbau.

Untuk membudidayakan buah ini, sebaiknya memahami 4 cara menanam tanaman jamblang yang bisa dipilih. Hiasi halaman rumah dan kebun belakang dengan persediaan herba yang satu ini. Karena manfaat buah dan daun jamblang sangat baik untuk kesehatan.

1. Menanam jamblang dari persemaian biji.


  • Sebaiknya pilih benih pilihan, ambil beberapa buah jamblang dan bersihkan dari dagingnya.
  • Kemudian keringkan selama sehari sebelum ditaburkan ke media tanaman.
  • Semai biji ke wadah yang telah dipersiapkan, biarkan selama beberapa minggu. Setelah bibit jamblang tumbuh setinggi 10 cm, dapat dipindahkan ke media tanam yang lebih besar.
  • Siapkan media tanam berupa polybag minimal berukuran 30 cm. Isi media tanam dengan campuran tanah, kompos, dan sekam. Kemudian pindahkan bibit kedalamnya.
  • Budidaya tanaman jamblang dari biji akan membuat pertumbuhannya besar. Pindahkan tanaman dari polybag, jika sudah layak ke halaman rumah atau kebun.

2. Menempelkan tanaman dengan metode okulasi.


  • Okulasi atau penempelan merupakan penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sehingga menjadi tanaman utuh. Waktu paling baik dilakukan pada pagi hari, sekitar jam 07.00 hingga 11.00.
  • Kebanyakan okulasi yang dilakukan diatas jam 12.00 siang akan membuat daun mulai layu.
  • Jika tanaman berada di pot, pindahkan ke tempat teduh agar terhindar dari sinar matahari dan tidak mudah layu.

3. Mempercepat pertumbuhan jamblang dengan sambung pucuk.


  • Budidaya tanaman pada umumnya secara generatif atau ditanam dari biji. Metode biji menyebabkan fase vegetatif tanaman lebih panjang, atau antara 7 hingga 10 tahun tanaman baru bisa berbuah. Metode sambung pucuk digunakan dengan cara menggabungkan batang bawah dan batang atas.
  • Batang bawah sebaiknya ditanam dari biji, sedangkan batang atas merupakan tanaman yang sehat dan unggul.
  • Penyungkupan ditutup dengan plastik untuk mengurangi penguapan, dan membutuhkan waktu sekitar sebulan. Kemudian 3-6 bulan berikutnya bisa dipindahkan ke tanah halaman.

4. Cara mencangkok pohon jamblang atau duwet.


  • Pilih pohon jamblang yang sehat dan tentunya sudah berbuah atau berumur diatas 7 tahun.
  • Gunakan pisau steril, terutama jangan berkarat. Kikis batang pohon jamblang kira-kira diameter 2 cm.
  • Diamkan batang yang telah dikikis selama kurang lebih 1 jam, atau batang sudah kering dari getah.
  • Lekatkan tanah seperti kompos halus, tetapi yang paling baik adalah coco peat. Kemudian bungkus dengan plastik atau sabut kelapa.
  • Siram setiap minggu, atau jangan sampai kekeringan dan tidak perlu terlalu lembab.
  • Pada usia 3-4 bulan, akar sudah keluar dan bisa dipindahkan ke polybag.
  • Biarkan tanaman berkembang hingga tumbuh tunas baru, kira-kira 2-3 bulan. Kemudian dapat dipindahkan ke pot yang besar.


Memilih 4 Cara Menanam Tanaman Jamblang


Ke 4 cara menanam tanaman jamblang di pot dan halaman rumah diatas dapat dipilih menurut kebutuhan. Apabila memiliki halaman kecil, sebaiknya gunakan metode cangkok agar lebih cepat berbuah. Menanam jablang dari persemaian biji tentunya harus bersabar untuk menunggu berbuah. Tidak jauh berbeda dengan cara menanam dan merawat alpukat mentega dan cara menanam buah ajaib.

Tanaman jamblang akan sangat subur jika dibudidayakan di wilayah tropis, seperti Asia Tenggara. Duwet atau jamblang berkembang di dataran antara ketinggian 500 hingga 1800 mdpl. Akan tumbuh subur di curah hujan lebih dari 1000 mm per tahun, bahkan tumbuh di dataran banjir. Tanaman ini termasuk toleran terhadap kekeringan, tanah yang tidak subur, lahan basah, dan tanah drainase.

Walaupun tanaman ini tahan kekeringan, tetapi perlakuannya tidak seperti cara menanam dan merawat pohon kurma, tetap membutuhkan air yang cukup. Diantara ke 4 cara menaman tanaman jamblang yang paling sering dengan menyemai biji dan diperbanyak dengan cangkok.
4 Cara Menanam Tanaman Jamblang Di Pot Dan Halaman Rumah 4 Cara Menanam Tanaman Jamblang Di Pot Dan Halaman Rumah Reviewed by Suzy Amelya on 8/12/2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.